BEM FMIPA UNJ

PRESS RELEASE DIVA 2018

Home  >>  Uncategorized  >>  PRESS RELEASE DIVA 2018

PRESS RELEASE DIVA 2018

On May 27, 2018, Posted by , In Uncategorized, With No Comments

[PRESS RELEASE]

🗓 Rabu, 23 Mei 2018 telah diselenggarakan DIVA (Dialog Civitas Akademika) oleh BEM FMIPA. Pada kesempatan kali ini kami mengangkat tema yaitu:

“Setahun Bersama GHA, Apa Kabar MIPA ku?”

🗣 DIVA kali ini mengundang jajaran dekanat, kasubag, beserta kaprodi. Bertempat di Lantai 6 Ruang Sidang Gedung KH. Hasyim Asy’arie. Dialog ini dibuka oleh MC yaitu Kelik Is Cahyanto dan di moderatori oleh Adi Bangga, dialog berjalan dengan lancar yang dimulai pukul 10.00 dan selesai pukul 13.00 WIB.

📝 Berikut adalah rangkuman hasil dialog:
🔹 Tanggapan dari Bapak Dr. Adisyahputra, M. Si. selaku Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan:
1. Cerita FMIPA bisa pindah ke GHA diawali dari adanya Asian Games yang ingin memakai kampus B sebagai wisma atlet, sehingga mau tidak mau perkuliahan FMIPA di kampus B harus pindah. Gedung GHA (semula bernama CWNB) yang tadinya terbengkalai karena kasus pun dikebut pembangunannya, sehingga jadilah GHA yang kita tempati saat ini.

2. Jika ada pertanyaan mengapa di GHA tidak terdapat identitas seperti tulisan “Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam” atau cat berwarna ungu misalnya, ini dikarenakan saat pembangunan GHA, tidak hanya menggunakan uang dari FMIPA saja, melainkan juga menggunakan uang dari fakultas lain. Selain itu, pihak yang membangun GHA sama seperti GRK dan GDS, sehingga didalam 1 gedung tidak bisa dipakai oleh 1 fakultas saja.

3. Terkait pembangunan saung² seperti di kampus B sebenarnya bisa saja direalisasikan. Hanya saja, pengelolaan GHA belum sepenuhnya diserahkan kepada FMIPA, harus melalui tahap audit oleh BPK, kalau tidak ditemukan masalah barulah dapat direalisasikan. Karena dari pihak dekanat pun ada niatan untuk membuat green house dan workshop untuk beberapa prodi.

4. Mengenai mushola yang dilengkapi dengan tirai, bisa dikoordinasikan dengan Pak Cipto selaku Kasubag Keuangan. Adanya mushola di lantai 8 sebenarnya karena pemakaian Lab disana belum dipakai seluruhnya. Bisa jadi nantinya mushola di lantai 8 akan dipindahkan. Terkait ini nanti akan diatur kembali oleh mereka.

5. Terkait beberapa laboratorium di kampus B yang belum dipindahkan ke A, dikarenakan saat ini pihak fakultas masih dalam tahap melengkapi mebeler, yang harganya cukup mahal yaitu sekitar 3 M. Sedangkan lab komputer untuk matematika juga masih dalam proses penambahan komputer, kursi, dan meja.

6. Pesan dari Pak Adi: “Sebagai mahasiswa jangan hanya menuntut saja, harus bersinergi bersama dengan fakultas. Jika bisa bersinergi, masalah yang ada bisa diselesaikan”

🔹 Tanggapan dari Bapak Dr. Iwan Sugihartono, M. Si. selaku Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan:
1. Anggaran yang diberikan univ kepada MIPA semakin sedikit, karena pendapatan UNJ yang semakin sedikit juga. Maka dari itu sulit untuk memberikan semua fasilitas yang ada.

2. Terkait kekurangan buku di perpus bisa diatasi dengan mencari sendiri jurnal² di internet. Pihak fakultas sudah meminta UPT agar melengkapi koleksi terbaru, tetapi kembali lagi ke kendala dana.

3. Anggaran untuk kelompok studi memang tidak ada. WD3 membawahi kemahasiswaan kerjasama alumni. Anggaran yang ada di WD3 semuanya diberikan untuk kemahasiswaan (BEM), jika kelompok studi ingin meminta anggaran, buat proposal perencanaan kegiatan.

4. Pesan dari Pak Iwan: “The greatest thing is came for the smallest thing, jadilah teladan yang baik bagi mahasiswa lain, mulailah dari melakukan hal sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya”

🔹 Tanggapan dari Ibu Dr. Muktiningsih, M. Si. selaku Wakil Dekan bidang Akademik:
1. Tahun 2017 fmipa mengeluarkan biaya 2,5 M untuk mengakses jurnal langganan selama 1 tahun, mengapa di tahun 2018 tidak berlangganan lagi karena ternyata pihak UNJ juga berlangganan jurnal yang sama dengan FMIPA (temuan dari BPK). Selain itu karena sosialisasinya yang belum menyeluruh, manfaatnya pun belum dirasakan oleh seluruh mahasiswa.

2. Pesan dari Bu Mukti: “Kelangkaan buku di perpus MIPA sebenarnya bisa diatasi dengan cara mencarinya langsung di Perpusnas, terlebih lagi jaraknya yang tidak terlalu jauh dari kampus”

🔹 Tanggapan dari Bapak Munara, S. Pd. selaku Kasubag Akademik:
1. Penambahan buku diperpus memang perlu, namun kembali lagi ke anggaran yg tidak banyak. Mahasiswa bisa langsung menyampaikan ke pihak perpus, tentang buku apa yg ingin ditambah.

2. FMIPA telah menerapkan aturan baru yaitu bagi tiap mahasiswa yang akan lulus, diwajibkan menyumbang 1 buku yang sesuai dengan prodinya. Dengan ini diharapkan koleksi buku di perpus akan bertambah.

3. Pesan dari Pak Munara: “Jika di perpus MIPA kalian tidak menemukan buku referensi yang dicari, carilah ke UPT”

🔹 Tanggapan dari Bapak Cipto Wardoyo, S. Pd. selaku Kasubag Keuangan:
1. Sebenarnya dari awal GHA ini memang ingin dikasih identitas, tapi karena waktu itu sedang peralihan rektor, dan karena penggunaan 1 gedung itu tidak untuk 1 fakultas saja, maka pemberian identitas tidak jadi dilakukan.

🔹 Tanggapan dari Bapak Ibnu selaku Dosen Matematika:
1. Mahasiswa boleh saja patungan dalam meminta fasilitas, setidaknya sudah memberikan solusi bagi FMIPA dan tidak hanya menuntut saja.

2. Pesan dari Pak Ibnu: “Kontribusi apa yang sudah kalian lakukan untuk MIPA? Buatlah gerakan² sederhana dimulai dari diri kalian sendiri yang diharapkan bisa menyadarkan mahasiswa lain.”
Saat ditanyakan tentang ALOKASI DANA UKT serta anggaran yang digunakan di FMIPA, Wakil Dekan II Bapak Adisyahputra menjawab secara terbuka, beberapa poin penting yang disampaikan beliau adalah:

1. UKT yg dibayarkan Mahasiswa merupakan 40% dari BKT dan membenarkan bahwa 60% nya lagi merupakan dana dari BOPTN, namun beliau menambahkan bahwa BOPTN yang ada bisa dibilang cukup kecil jika dibanding dengan BLU.

2. UKT Mahasiswa FMIPA berkisar pada golongan 3 dan 4, sehingga bisa dikatakan BKT yang diterima setiap mahasiswa per semesternya ialah 12 Juta Rupiah, dan penjabaran mengenai alokasi penggunaan BKT akan dijelaskan di DIVA berikutnya.

3. Anggaran FMIPA setiap tahunnya mencapai angka 4,2 Miliyar rupiah, dan Fakultas hanya mendapat 20% dari UKT yang dibayarkan oleh mahasiswa FMIPA sendiri.

4. Beliau juga menyebutkan bahwa dari jumlah pemasukan UKT di UNJ 5% nya digunakan untuk Kemahasiswaan, Penelitian sebesar 15% dan Operasional seperti gaji dan lain-lain sebesar 55%.

Selanjutnya moderator menyampaikan kesimpulan. Dilanjutkan dengan pemberian bingkisan dari BEM FMIPA yang diwakili oleh Bayu Mukti kepada jajaran dekanat yang diwakili oleh Prof. Dr. Suyono, M. Si. dan dialog pun ditutup oleh MC.

Notulen:
– Ia Refyta (Pend. Biologi 2017)
– Diah Kusumawardhani (Pend. Fisika 2015)
– Kelik Is Cahyanto (Ilkom 2015)
Editor:
– Diah Kusumawardhani (Pend. Fisika 2015)
– Mutiara Chaerunnisa (Pend. Fisika 2015)

© BEM FMIPA UNJ 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *